Berita Kegiatan Pelatihan Awareness HACCP – Dapur MBG

Berita Kegiatan Pelatihan Awareness HACCP

Yayasan Sinergi Lentera Hati – Cirebon, 7 Desember 2025

Judul Berita

Yayasan Sinergi Lentera Hati Tingkatkan Kapasitas SDM melalui Pelatihan Awareness HACCP di SPPG Cirebon


Tanggal dan Lokasi Kegiatan

Sabtu, 7 Desember 2025
SPPG Cirebon Kedawung Kedawung


Lead (Pembuka Berita)

Yayasan Sinergi Lentera Hati sukses menyelenggarakan Pelatihan Awareness HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) pada Sabtu, 7 Desember 2025 bertempat di SPPG Cirebon, Kedawung. Kegiatan pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini diikuti oleh 56 peserta dari berbagai unit layanan yayasan. Pelatihan menghadirkan narasumber utama Dr. Andri Hermawan, A.MI., MT, seorang akademisi sekaligus praktisi yang berpengalaman dalam bidang keamanan pangan dan sistem manajemen mutu.


Isi Berita (Body)

Latar Belakang Pelatihan

Pelatihan Awareness HACCP diselenggarakan sebagai upaya yayasan dalam meningkatkan kompetensi para pengelola layanan, khususnya yang berkaitan dengan penanganan dan penyajian pangan. Dalam lingkungan pelayanan sosial, kualitas dan keamanan pangan memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan penerima manfaat dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional yayasan. Melihat kebutuhan tersebut, Yayasan Sinergi Lentera Hati memandang pentingnya implementasi HACCP sebagai kerangka kerja yang sistematis dalam mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya.

HACCP merupakan standar internasional yang digunakan secara luas dalam industri pangan untuk memastikan seluruh aspek produksi memenuhi persyaratan keamanan. Meskipun awalnya diterapkan dalam industri besar, prinsip-prinsip HACCP saat ini juga sangat relevan bagi lembaga pelayanan seperti yayasan, panti, dan dapur umum yang menangani kebutuhan pangan dalam kapasitas harian.

Pembukaan dan Sambutan

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh koordinator penyelenggara dari Yayasan Sinergi Lentera Hati. Dalam sambutannya, panitia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keamanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap standar, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat.

Sambutan tersebut menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan langkah strategis agar yayasan mampu terus berkembang dan menjalankan pelayanan dengan standar profesional. Peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan secara serius dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada lingkungan kerja masing-masing.

Penyampaian Materi oleh Narasumber

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Andri Hermawan, A.MI., MT, yang memulai paparannya dengan pengenalan dasar mengenai konsep HACCP. Beliau menjelaskan sejarah munculnya HACCP sebagai sistem yang dikembangkan untuk memastikan keamanan pangan bagi misi luar angkasa NASA, hingga akhirnya diadopsi oleh berbagai negara dan organisasi dunia sebagai standar mutlak untuk keamanan pangan.

Dr. Andri menekankan bahwa HACCP bukan sekadar dokumen atau prosedur administratif, melainkan pendekatan ilmiah yang berorientasi pada pencegahan. Dalam sistem HACCP, potensi bahaya yang dapat timbul pada proses pengolahan pangan harus diidentifikasi, dianalisis, dan dikendalikan melalui metode yang terukur dan terdokumentasi dengan baik.

Penjelasan Prinsip-Prinsip HACCP

Secara mendalam, narasumber menguraikan tujuh prinsip utama HACCP, yaitu:

  1. Melakukan analisis bahaya (hazard analysis)
    Peserta belajar mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, dan fisik yang dapat mencemari pangan pada berbagai tahapan proses.
  2. Menentukan titik kendali kritis (Critical Control Point/CCP)
    Narasumber menjelaskan contoh CCP dalam penanganan bahan pangan, seperti proses pemasakan, penyimpanan dingin, dan pengemasan.
  3. Menetapkan batas kritis
    Batas kritis berupa suhu, waktu, pH, aktivitas air, atau parameter lain yang harus dipenuhi agar bahaya tetap terkendali.
  4. Membangun sistem pemantauan (monitoring)
    Peserta diberikan contoh formulir pemantauan, cara mengisi, dan standar interval pemeriksaan.
  5. Menetapkan tindakan koreksi (corrective action)
    Narasumber mencontohkan situasi nyata di lapangan serta tindakan koreksi yang tepat ketika batas kritis tidak terpenuhi.
  6. Mengevaluasi efektivitas sistem melalui verifikasi
    Verifikasi dilakukan melalui audit, kalibrasi peralatan, dan pemeriksaan prosedur.
  7. Mendokumentasikan seluruh proses (record keeping)
    Dr. Andri menekankan bahwa dokumentasi merupakan bukti penting bagi keberlanjutan penerapan HACCP.

Interaksi, Diskusi, dan Studi Kasus

Pelatihan tidak hanya berisi ceramah, namun juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan studi kasus. Narasumber memberikan beberapa skenario situasi nyata yang sering terjadi dalam pengolahan pangan di lembaga pelayanan sosial. Peserta diminta untuk mengidentifikasi bahaya, menentukan CCP, serta memberikan strategi pengendalian yang sesuai dengan prinsip HACCP.

Peserta terlihat sangat antusias dalam berdiskusi dan bertanya, khususnya terkait penerapan HACCP pada dapur layanan sehari-hari, penyimpanan bahan pangan, dan distribusi makanan untuk penerima manfaat. Banyak peserta mengakui bahwa mereka baru memahami betapa pentingnya sistematisasi dan dokumentasi dalam menjaga keamanan pangan.

Antusiasme dan Respon Peserta

Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan sangat kondusif dan penuh semangat. Peserta yang berasal dari beragam unit yayasan memberikan tanggapan positif terhadap metode penyampaian materi yang mudah dipahami, lengkap, dan disertai contoh nyata.

Beberapa peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru terkait bahaya pangan yang mungkin selama ini mereka abaikan. Mereka merasa kemampuan mereka meningkat signifikan, khususnya dalam memahami cara mencegah kontaminasi silang, mengatur suhu penyimpanan yang aman, dan menciptakan prosedur sanitasi yang lebih terkontrol.

Evaluasi Akhir dan Penutupan

Pada akhir sesi pelatihan, peserta diminta mengisi evaluasi kegiatan yang menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat baik. Hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa peserta menilai pelatihan ini relevan, bermanfaat, dan perlu diadakan secara rutin. Narasumber juga memberikan beberapa rekomendasi untuk implementasi HACCP di lingkungan yayasan, termasuk perlunya pelatihan lanjutan dan audit internal secara berkala.

Kegiatan ditutup pada pukul 14.00 WIB dengan harapan bahwa seluruh peserta dapat menjadikan pelatihan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan standar keamanan pangan di unit kerja masing-masing.


Penutup

Pelatihan Awareness HACCP ini menjadi bukti komitmen Yayasan Sinergi Lentera Hati dalam meningkatkan kualitas layanan, khususnya pada aspek keamanan pangan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang HACCP, diharapkan peserta dapat menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten dalam setiap aktivitas operasional. Kegiatan ini juga mempertegas bahwa yayasan siap terus berinovasi dan berkembang dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.