Outsourcing Management

Outsourcing Management

Outsourcing Management adalah disiplin bisnis yang diadopsi secara luas oleh perusahaan dan lembaga publik untuk mengelola satu atau lebih penyedia layanan eksternal sebagai bagian dari strategi outsourcing. Outsourcing Management adalah istilah yang digunakan secara luas yang mencakup elemen struktur organisasi, strategi manajemen, dan infrastruktur teknologi informasi.

Outsourcing sendiri adalah praktik yang biasa dilakukan di antara organisasi yang berbeda dan merupakan salah satu elemen dari strategi organisasi. Konsep outsourcing berasal dari terminologi Amerika ‘sumber luar’, yang berarti mendapatkan sumber daya dari luar. Istilah ini kemudian digunakan dalam terminologi ekonomi untuk menunjukkan penggunaan sumber eksternal oleh organisasi untuk beberapa kegiatan dalam fungsinya. Manfaat dari outsourcing meliputi:

  • Keuntungan Biaya.
  • Meningkatkan efisiensi.
  • Fokus pada wilayah inti.
  • Hemat pada infrastruktur dan teknologi.
  • Akses ke sumberdaya tersedia.
  • Layanan yang lebih cepat dan lebih baik.
  • Dan masih banyak lagi.

Outsourcing membantu organisasi untuk berkonsentrasi pada tugas dan sasaran strategisnya dengan berkonsentrasi pada kegiatan inti. Sebagai hasil dari meminimalkan pengeluaran untuk kegiatan yang perlu tetapi tidak terkait dengan fungsi dasar dan tujuan organisasi.

Namun disamping manfaat dari outsourcing, tidak bisa dipungkiri bahwa outsourcing pun memiliki resiko atau kekurangan. Sebab itu dibutuhkan Outsourcing Management yang baik untuk meminimalkan resiko kerugian yang bisa diakibatkan dari praktrik outsouring.

Outsourcing umumnya akan terus menjadi bagian penting dari strategi manajemen di banyak organisasi. Strategi ini terbukti efektif namun juga membawa resiko signifikan yang harus  dikelola. Dalam outsourcing, suatu organisasi bergantung pada vendor untuk menjalankan fungsi organisasi tertentu. Jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat memengaruhi operasi dan pelanggan secara negatif.